RSS

Daily Archives: October 4, 2011

I ♥ U

Selasa pagi yang cerah, secerah warna baju yang saya pakai sekarang ini :) . Hari cerah, baju cerah, akan sia-sia kalau hati dan pikirannya ga ikutan cerah, oleh karenanya diantara segudang rasa sedih, sebal, kesal, dan komplikasi rasa tidak menyenangkan lainnya, yang masih tertinggal di lubuk hati terdalam, mari kita cerahkan hati dan pikiran masing-masing, merdekaaaa…!!!

 

Seperti biasa, jam-jam segini adalah jam sibuk di kantor manapun kecuali kantor-kantor yang jualan makanan (read : warteg, restoran, dan tempat jajajan lain) karena kantor-kantor itu baru sibuk di jam-jam makan/istirahat (kecuali kokinya kali ya :) ). Saya juga sedang sibuk sebenarnya hari ini (tepatnya mencari kesibukan sendiri biar ga makan gaji buta, hehe) tapiiiiii diantara kesibukan yang dicari-cari sendiri ini, saya pengen korupsi waktu sebentar (cuma sebentar ko pak bos :) ).

 

Well, sampai beberapa menit lalu belum ada hal istimewa yang saya temukan sampai akhirnya saya ga sengaja ngintip ke ruang big bos nomer sekian, yang ruangannya tepat ada di depan meja kerja saya, dan ga sengaja mata saya bertumbukan dengan selembar kertas yang diduga kertas concord (karna saya ga pegang langsung kertasnya ya), berwarna krem, dihiasi gambar hati berwarna pink, dengan tulisan dan ilustrasi gambar (sebenernya pengen banget nge-scan dan di attach gambarnya di tulisan ini, tapi apa daya, itu punya orang :) ) seperti berikut ini :

 

                                                                          To        : Ayah

                                                                          From   : Amay

                                                                                ♥Ayah

 

Ilustrasi gambar : Gambar hati, warna pink. Hatinya dibuat seperti sedang tersenyum. Di samping gambar hati ada deretan huruf yang membentuk kata ”Ayah”. Setiap huruf dibingkai dalam kotak-kotak yang garis pinggirnya diberi warna hitam sedangkan isi kotaknya diberi warna merah (A), oranye (y), kuning (a), dan coklat (h)  (agak ragu, ga keliatan banget warna yang terakhir ini). Huruf ayah diberi warna hitam pekat sehingga terlihat jelas diantara warna-warna mencolok tadi.

 

So sweet ya.

 

Saya baru ingat, kertas semacam itu pernah juga saya temukan di meja kerja rekan lainnya. Potongan kertas dengan warna mencolok, kreasi khas anak-anak menghiasi meja kerja yang penuh dengan tumpukan kertas kreasi khas orang dewasa (read : materi kerjaan yang segambreng). Dan sepertinya, iklan susu pertumbuhan dengan tema serupa bukan cuma sekedar tentang iklan jualan susu. (Haaa?? Hubungannya apa ama iklan susu).

 

Kalau ga salah, dulu pernah ada iklan susu (ga usah sebut merek) dimana ceritanya itu si anak (yang tentunya diceritakan rutin minum susu xxx), setiap hari nyelipin macem-macem kertas kreasi buatannya ke dalam tas kerja mamanya. Anak itu nyelipin kertas-kertas tersebut dengan sembunyi-sembunyi dan sambil malu-malu.

 

Kertas kreasinya itu isinya macem-macem, tapi tetap satu tujuan — I Love you Mom —. Cuma itu intinya, tapi efeknya ga Cuma sesimpel itu. — My world, my everything… — Lagu yang merefleksikan ekspresi si ibu saat melihat selipan-selipan anaknya itu di kantor. 

 

Cerita itu ga sekedar iklan yang menyampaikan pesan ”Kalo minum susu xxx anak jadi cerdas, pintar, dan kreatif” tapi lebih dari itu. Ini tentang ekspresi rasa sayang, ekspresi cinta. Manteppp dah… :)

 

Ekspresi spontan, simpel, tapi tulus dari orang yang disayang dan orang yang sayang ke kita merupakan obat mujarab untuk menghilangkan kejenuhan, kepenatan, kemarahan, dan ke-an lain yang tidak menyenangkan lah pokoknya. Melihat tulisan acak-kadul-an ya ga ada indah-indahnya, tetapi dibuat dengan rasa sayang, membuat orang yang melihatnya meng-impor aura-aura menyenangkan dibalik kertas yang acak-kadulan itu (kalo ekspresinya dibuat dalam bentuk kertas ya).  Manis, manis, manis…..

 

Dan saya pun melirik meja kerja saya yang kosong melompong tanpa tempelan apapun kecuali tempelan post it kuning yang mirip penangkal vampire di film-film China jaman dulu kala. Dan saya merindukan saat-saat menyenangkan itu, saat dimana anak saya nanti nyelipin kertas-kertas hasil kreasinya ke tas kerja saya, dan lagu my world, my everything mengudara saat saya melihatnya. Manis :) .

 

 

Dan bila mentari esok kan bersinar lagi

Kuingin candamu warnai hariku

Dan bila esok kau tiada hadir temaniku

Tak terbayangkan setengah mati kehilanganmu…Ada Band-Manja

 
2 Comments

Posted by on October 4, 2011 in Corat-coret

 

Terlanjur Season 1

Pada kenyataannya yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai dengan sebaik-baiknya, meskipun sesuatu hal itu adalah sebuah keterlanjuran yang sebenarnya tidak diinginkan.

 

Keterlanjuran bukanlah suatu hal yang perlu disesali”, seorang teman menuliskan kalimat tersebut di salah satu tulisannya. Yup, keterlanjuran bukanlah suatu hal yang perlu disesali, tetapi suatu hal yang perlu diselesaikan, yang mungkin saja diselesaikan dengan membuat keterlanjuran-keterlanjuran berikutnya, yang faktanya baru akan disadari sebagai sebuah “Keterlanjuran” setelah hal-hal yang dianggap sebagai “Keterlanjuran” itu terjadi, hehe ribet juga ya.  Tapi, semoga saja sebuah keterlanjuran bisa diselesaikan dengan baik tanpa melibatkan keterlanjuran-keterlanjuran berikutnya, yang pada akhirnya akan membuat siklus hidup “Terlanjur” itu berlanjut bak lingkaran setan yang terus-menerus menggandeng tangan selama kurun waktu hidup yang kita punya. Ribetnyaaa selangit…!!! Astagfirullah, bukan #sesuatu banget pemirsah sadayana.

 

Well, mari abaikan tulisan geje di atas dan mari beralih ke tulisan geje berikutnya, hehe.

Iseng-iseng, saya coba men-search makna kata “Terlanjur”, dan berikut hasil penelusuran yang saya peroleh.

 

1.Terlewat dari batas atau tujuan yg ditentukan; Terlanjur: sedianya ia hendak turun di stasiun Gambir, tetapi — sampai ke Sawah Besar.

 

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami jenis keterlanjuran seperti di atas. Dalam kondisi urgen seperti ada rapat penting di kantor, ato ada ujian dengan pengawas super duper galak dimana galaknya melebihi guk-guk Helder yang seremnya minta ampun, ato dalam kondisi ada teman/keluarga/orang-orang terdekat sakit, ato dalam kondisi terdesak lainnya, kejadian yang terlihat bodoh itu pastinya akan merangsang nafsu untuk ngegebukin orang yang persis ada didepan mata, cumin karena bisa terkena pasal penganiyaan dengan hukuman yang tidak menyenangkan, nafsu itu dialihkan dengan merutuki ato membego-bego-kan diri sendiri. Dalam kondisi tidak urgen, efeknya mungkin lebih santai sedikit, tapi pastinya membego-bego-kan diri sendiri tetap akan terjadi :) (Didasarkan pada pengalaman pribadi soalnya , hehe).

 

Kalo udah begini gimana dong ?!?!?!?! Jawabnya adalah : Menyelesaikan keterlanjuran yang sudah terjadi misalnya dengan naek kereta balik ke stasiun Gambir, ato naek taksi/ojek/kopaja/alat transportasi lain untuk balik ke stasiun gambir dengan memastikan tidak terjadi keterlanjuran yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Rebes kan. Dengan keterlanjuran model ini, kerugian yang diperoleh yaitu kerugian waktu dan uang. Tapiii hellloooo, sebenernya ada keuntungan yang didapet juga lo. Pertama, buat yang belum pernah ke Stasiun Sawah Besar dan ga tahu stasiunnya kayak apa, jadi pernah ke Stasiun Sawah Besar kan? Pengalaman nih, siapa tahu besok2 kita/saudara/tetangga ada yang mau ke stasiun ini, jadi saat ada yang nanya soal stasiun ini, kita bisa kasih info (dengan catatan ga membeberkan keterlanjuran yang terjadi tentunya, gengsi dong ah J). Kedua, untuk yang sudah pernah ke Stasiun Sawah Besar, jadi lebih tau lagi tentang stasiun ini. Ketiga, untuk yang memutuskan naek alat transportasi lain seperti ojek/taksi/kopaja, bisa dapet pengalaman lain sepanjang perjalanan Sawah Besar-Gambir. Yah, mungkin terlihat sok bijaksana, tapi kenyataannya memang seperti itu, kalau saja mau melihat dari sisi lain yang lebih positif.

 

Mungkin, untuk mencapai tujuan tertentu, kita akan menghadapi keterlanjuran-keterlanjuran yang akan memperjauh jarak tempuh, hanya memperjauh, bukan menghilangkan tujuan. Ga peduli seberapa jauh jarak yang ditempuh karena sebuah keterlanjuran, yang penting kendali tetap mengarah pada tujuan itu. Dan pada akhirnya nanti, keterlanjuran itu akan menjadi salah bumbu manis dalam perjuangan hidup.. Cwiwwww…!!

 

Panjang lebar kali tinggi, kalo diulang baca lagi, saia jadi pusing sendiri…..Hehehehe

Next, hasil penelusuran kedua.

 

Hasil penelusuran keduanya mana??? Nanti, berhubung otak udah mandeg buat nulis, maka diputuskan untuk melanjutkan tulisan ini nanti, kalo inget, kalo ngga inget ya udah berarti tulisannya berenti sampe sini.

 

Have a nice weekdays and weekend :)

 
Leave a comment

Posted by on October 4, 2011 in Corat-coret

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.