Selasa pagi yang cerah, secerah warna baju yang saya pakai sekarang ini
. Hari cerah, baju cerah, akan sia-sia kalau hati dan pikirannya ga ikutan cerah, oleh karenanya diantara segudang rasa sedih, sebal, kesal, dan komplikasi rasa tidak menyenangkan lainnya, yang masih tertinggal di lubuk hati terdalam, mari kita cerahkan hati dan pikiran masing-masing, merdekaaaa…!!!
Seperti biasa, jam-jam segini adalah jam sibuk di kantor manapun kecuali kantor-kantor yang jualan makanan (read : warteg, restoran, dan tempat jajajan lain) karena kantor-kantor itu baru sibuk di jam-jam makan/istirahat (kecuali kokinya kali ya
). Saya juga sedang sibuk sebenarnya hari ini (tepatnya mencari kesibukan sendiri biar ga makan gaji buta, hehe) tapiiiiii diantara kesibukan yang dicari-cari sendiri ini, saya pengen korupsi waktu sebentar (cuma sebentar ko pak bos
).
Well, sampai beberapa menit lalu belum ada hal istimewa yang saya temukan sampai akhirnya saya ga sengaja ngintip ke ruang big bos nomer sekian, yang ruangannya tepat ada di depan meja kerja saya, dan ga sengaja mata saya bertumbukan dengan selembar kertas yang diduga kertas concord (karna saya ga pegang langsung kertasnya ya), berwarna krem, dihiasi gambar hati berwarna pink, dengan tulisan dan ilustrasi gambar (sebenernya pengen banget nge-scan dan di attach gambarnya di tulisan ini, tapi apa daya, itu punya orang
) seperti berikut ini :
To : Ayah
From : Amay
♥Ayah♥
Ilustrasi gambar : Gambar hati, warna pink. Hatinya dibuat seperti sedang tersenyum. Di samping gambar hati ada deretan huruf yang membentuk kata ”Ayah”. Setiap huruf dibingkai dalam kotak-kotak yang garis pinggirnya diberi warna hitam sedangkan isi kotaknya diberi warna merah (A), oranye (y), kuning (a), dan coklat (h) (agak ragu, ga keliatan banget warna yang terakhir ini). Huruf ayah diberi warna hitam pekat sehingga terlihat jelas diantara warna-warna mencolok tadi.
So sweet ya.
Saya baru ingat, kertas semacam itu pernah juga saya temukan di meja kerja rekan lainnya. Potongan kertas dengan warna mencolok, kreasi khas anak-anak menghiasi meja kerja yang penuh dengan tumpukan kertas kreasi khas orang dewasa (read : materi kerjaan yang segambreng). Dan sepertinya, iklan susu pertumbuhan dengan tema serupa bukan cuma sekedar tentang iklan jualan susu. (Haaa?? Hubungannya apa ama iklan susu).
Kalau ga salah, dulu pernah ada iklan susu (ga usah sebut merek) dimana ceritanya itu si anak (yang tentunya diceritakan rutin minum susu xxx), setiap hari nyelipin macem-macem kertas kreasi buatannya ke dalam tas kerja mamanya. Anak itu nyelipin kertas-kertas tersebut dengan sembunyi-sembunyi dan sambil malu-malu.
Kertas kreasinya itu isinya macem-macem, tapi tetap satu tujuan — I Love you Mom —. Cuma itu intinya, tapi efeknya ga Cuma sesimpel itu. — My world, my everything… — Lagu yang merefleksikan ekspresi si ibu saat melihat selipan-selipan anaknya itu di kantor.
Cerita itu ga sekedar iklan yang menyampaikan pesan ”Kalo minum susu xxx anak jadi cerdas, pintar, dan kreatif” tapi lebih dari itu. Ini tentang ekspresi rasa sayang, ekspresi cinta. Manteppp dah…
Ekspresi spontan, simpel, tapi tulus dari orang yang disayang dan orang yang sayang ke kita merupakan obat mujarab untuk menghilangkan kejenuhan, kepenatan, kemarahan, dan ke-an lain yang tidak menyenangkan lah pokoknya. Melihat tulisan acak-kadul-an ya ga ada indah-indahnya, tetapi dibuat dengan rasa sayang, membuat orang yang melihatnya meng-impor aura-aura menyenangkan dibalik kertas yang acak-kadulan itu (kalo ekspresinya dibuat dalam bentuk kertas ya). Manis, manis, manis…..
Dan saya pun melirik meja kerja saya yang kosong melompong tanpa tempelan apapun kecuali tempelan post it kuning yang mirip penangkal vampire di film-film China jaman dulu kala. Dan saya merindukan saat-saat menyenangkan itu, saat dimana anak saya nanti nyelipin kertas-kertas hasil kreasinya ke tas kerja saya, dan lagu my world, my everything mengudara saat saya melihatnya. Manis
.
Dan bila mentari esok kan bersinar lagi
Kuingin candamu warnai hariku
Dan bila esok kau tiada hadir temaniku
Tak terbayangkan setengah mati kehilanganmu…Ada Band-Manja